Kami Patuh dan Kami Bangga!

rambu

Vespa Lovers, artikel yang saya ambil dari blog malumaluin.wordpress.com ini memberikan gambaran seperti apa mental yang dimiliki oleh para pengguna jalan di jakarta, hampir sebagian besar tidak mematuhi peraturan lalu lintas yang ada, hal ini cukup memprihatinkan melihat dampak yang ditimbulkan dapat membahayakan banyak pihak, baik pengendara yang bersangkutan maupun pengguna jalan lainnya. Masyarakat dituntut untuk lebih memperhatikan dan menyikapi hal – hal seperti ini, dengan mematuhi semua peraturan lalu lintas yang ada demi keselamatan bersama. Kita sebagai pengendara serta pecinta vespa tentunya dapat bercermin serta bersikap dari artikel ini, bagaimana caranya? Berkendara dengan baik serta mematuhi semua peraturan rambu lalu lintas yang ada selain itu mengutamakan keselamatan baik diri sendiri maupun orang disekitar, merupakan hal yang sangat baik untuk kepentingan bersama serta memberikan citra positif bagi kita sebagai pengendara dan pecinta vespa yang identik dengan slogan “Betta Getta Vespa!” (sumber : malu maluin)

Malu-maluin!

Mau lancar, (jangan) tiru yang ini

Harian KORAN SINDO, Rabu (10/04/2013), melansir berita foto: ‘Langgar Lalu Lintas.’ Apakah Anda setuju jika yang diberitakan ini termasuk kategori malu-maluin? Tuliskan komentar Anda pada kolom di bawah ini dan dapatkan malumaluin award setiap bulannya untuk komentar terbaik. Salam malu-maluin!

View original post

Advertisements

History Of Vespa

Sejarah vespa dimulai lebih dari seabad silam, tepatnya 1884. Perusahaan Piaggio didirikan di Genoa, Italia pada tahun 1884 oleh Rinaldo Piaggio. Bisnis Rinaldo dimulai peralatan kapal. Tapi di akhir abad, Piaggio juga memproduksi Rel Kereta, Gerbong Kereta, body Truck, Mesin dan Kereta api. Pada Perang Dunia I, perusahaannya memproduksi Pesawat Terbang dan Kapal Laut. Pada tahun 1917 Piaggio membeli pabrik baru di Pisa dan 4 tahun kemudian Rinaldo mengambil alih sebuah pabrik kecil di Pontedera di daerah Tuscany Italia. Pabrik di Pontedera inilah yang mana menjadi Pusat produksi pesawat terbang beserta komponen-komponennya (baling-baling, Mesin dan Pesawat) Selama Perang Dunia II, pabrik di Pontedera membuat P108 untuk mesin Pesawat dua penumpang dan Versi Pembom.

Lahir Kembali

Pada akhir Perang Dunia II, pabrik Piaggio dibom oleh pesawat sekutu. Setelah perang usai, Enrico Piaggio mengambil alih Piaggio dari ayahnya (Rinaldo Piaggio). Pada saat itu perekonomian Italia sedang memburuk, Enrico memutuskan untuk mendisain alat transportasi yang murah. Enrico memutuskan untuk fokuskan perhatian perusahaannya pada masalah personal Mobility yg dibutuhkan masyarakat Italia. Kemudian bergabunglah Corradino D’Ascanio, Insinyur bidang penerbangan yang berbakat yang merancang, mengkonsep dan menerbangkan Helikopter Modern Pertamanya Piaggio. D’Ascanio membuat rancangan yang simple,ekonomis, nyaman dan juga elegan. D’Ascanio memimpikan sebuah revolusi kendaraan baru. Dengan mengambil gambaran dari tehnologi pesawat terbang, dia membayangkan sebuah kendaraan yang dibangun dengan sebuah “Monocoque” atau Unibody Steel Chassis. Garpu depan seperti Ban mendarat sebuah pesawat yang mana mudah untuk penggantian ban. Hasilnya sebuah design yg terinspirasi dari pesawat yang yang sampai saat ini berbeda dengan kendaraan yang lain.

 Image

Maka pada 1945, konstruksi alternatif tersebut ditemukan. Awalnya memang sebuah konsep sepeda motor berkerangka besi dengan lekuk membulat bagai terowong. Mengejutkan, ternyata bagian staternya dirancang dengan menggunakan komponen bom dan rodanya diambil dari roda pesawat tempur. Guna mengoptimalkan bentuk dan keamanan penggunanya, pabrikan yang kala itu masih terbilang sebagai usaha ”kaki lima” merancang papan penutup kaki pada bagian depan. Proyek ini langsung dipimpin oleh Corradino d’Ascanio. Karena itu, hak paten pun segera dapat mereka kantongi. Hasilnya, muncullah pertama kali produk motor dengan seri MP5. Kendaraan ini berteknologi sederhana tetapi punya bentuk yang amat menarik, bagai binatang penyengat (lebah/tawon) karena bentuk kerangkanya.

Image

Namun, karena bentuk penutup pengaman yang bagai papan selancar itu, sejumlah pekerja di pabrik Piaggio pun bahkan mengatakannya sebagai motor Paperino. Harap diingat, Paperino adalah sindiran sinis untuk tokoh Donald Duck (bebek). Maka, d’Ascanio pun putar akal untuk memperbaiki model tersebut. D’ascanio hanya membutuhkan beberapa hari untuk mengonsep ulang bentuk desain kendaraannya dan prototipnya diberi nama MP6. Saat Enrico Piaggio melihat protototip MP6 itu, ia secara tak sengaja berseru “Sambra Una Vespa” (terlihat seperti Tawon). Akhirnya dari seruan tak sengaja itu, diputuskan kendaraan ini dinamakan ‘Vespa’ (tawon dalam bahasa Indonesia). Pada April 1946, prototip MP6 ini mulai diproduksi masal di pabrik Piaggio di Pontedera, Italia.

 Image

Pada Akhir 1949, telah di produksi 35000 unit dan dalam 10 tahun telah memproduksi 1 Juta unit dan pada pertengahan tahun 1950. Selama tahun 1960-an dan 1970-an Vespa menjadi simbol dari revolusi gagasan pada waktu itu.

 Image

Perkembangan selanjutnya, produk ini ternyata laris diserap pasar Prancis, Inggris, Belgia, Spanyol, Brazil, dan India — selain di pasar domestik produk ini laku bagai kacang goreng. Selain itu, India pun memproduksi jenis dan bentuk yang sama dengan mengambil mesin Bajaj. Jenisnya adalah Bajaj Deluxe dan Bajaj Super. Sejumlah pihak lantas mengajukan lamaran untuk joint membuat Vespa. Maka pada 1950 munculah Vespa 125 cc buatan Jerman.

Image

Pada saat itu banyak negara lain yang mencoba membuat produk serupa, tetapi ternyata mereka tak sedikit pun mampu menyaingi Piaggio. Di antara pesaing itu adalah Lambretta, Heinkel, Zundapp, dan NSU. Bagi masyarakat Indonesia, produk Lambretta dan Zundapp, sempat populer di era 1960-an. Selidik punya selidik, fanatisme terhadap Vespa ternyata muncul akibat ciri dasar bentuk motor ini yang selalu dipertahankan pada setiap produk berikutnya. Bahkan saat mereka terbilang melakukan ”revolusi” bentuk pada produk baru, Vespa 150 GS, kekhasan pantat bahenol masih terasa melekat. Produk 150 GS — kala itu dikenal sebagai Vespamore dan hampir selalu tampil di tiap film tahun 1960-an — memang kemudi dan lampu sorotnya mulai dibuat menyatu. Tetapi, secara keseluruhan apalagi bentuk pantatnya, benar-benar masih membulat. Dan cerita terus berlanjut saat ini dengan model generasi baru Vespa, mempersembahkan Vespa ET2, Vespa ET4, Vespa Granturismo dan Vespa PX150. Vespa bukan hanya sekedar Scooter tapi salah satu Icon besar orang Italia.

Image

Sejarah Vespa di Indonesia

“Demam Vespa” di tanah air sangat di pengaruhi oleh “Vespa Congo”. Vespa diberikan sebagai Penghargaan oleh Pemerintah Indonesiaterhadap Pasukan Penjaga Perdamaian Indonesia yang bertugas di Congo saat itu. Menurut beberapa narasumber, setelah banyak Vespa Congo berkeliaran di jalanan, mulailah Vespa menjadi salah satu pilihan kendaraan roda dua diIndonesia. Importir lokal turut mendukung perkembangan Vespa di tanah air.

 Image

Sampai saat ini sudah puluhan varian Vespa yang mampir di Indonesia. Dari yang paling tua hingga yang paling baru ada di Indonesia. Sampai saat iniIndonesia mungkin masih bisa disebut sebagai surganya Vespa. Maraknya ekspor Vespa, sedikit banyak mengurangi populasi Vespa di Indonesia.

Event Vespa di Indonesia

Vespa sendiri memiliki event – event setiap tahunannya salah satu event atau acara yang diselengarakan oleh hampir semua komunitas vespa di seluruh dunia adalah mods mayday. Mod adalah sebuah subkultur yang bermula di London, Inggris, pada akhir tahun 1950-an dan memuncak pada awal hingga pertengahan 1960-an. Elemen penting dari subkultur Mod meliputi fashion, musik pop, termasuk jiwa Afrika Amerika, ska Jamaika, beat musik Inggris dan R&B serta kendaraan ikonik asal Italia, Vespa.

Saat ini, gaya hidup Mod sangat global dan dapat ditemukan di hampir semua bagian dunia, termasuk Indonesia. Untuk menghargai kelas pekerja dari semua lapisan masyarakat, setiap tahunnya diselenggarakan acara yang disebut Mods Mayday pada tanggal 1 Mei secara serentak di seluruh dunia. Perayaan Mods Mayday di Indonesia tahun ini akan diselenggarakan di beberapa kota termasuk Denpasar, Bali, dan jakarta.

Image

Vespa Jakarta Mods Mayday 2013

Video

18 mei 2013, telah digelar acara Vespa Jakarta Mods Mayday 2013, diselenggarakan oleh panitia penyelenggara yaitu Warriors Jakarta yang bekerjasama dengan PT Piaggio Indonesia dan Piaggio Club Indonesia. Acara ini diramaikan oleh ribuan scooterist di jakarta, yang terdiri dari berbagai klub / komunitas dan varian klasik mulai dari tipe VNC Super 125, VBC Super 150, VBB 150, VBA 150 hingga tipe yang terbaru seperti GTV 250 ie maupun MP3.

Vespa Jakarta Mods Mayday 2013

18 mei 2013, telah digelar acara Vespa Jakarta Mods Mayday 2013, diselenggarakan oleh panitia penyelenggara yaitu Warriors Jakarta yang bekerjasama dengan PT Piaggio Indonesia dan Piaggio Club Indonesia. Acara ini  diramaikan oleh ribuan scooterist di jakarta, yang terdiri dari berbagai klub / komunitas dan varian klasik mulai dari tipe VNC Super 125, VBC Super 150, VBB 150, VBA 150 hingga tipe yang terbaru seperti GTV 250 ie maupun MP3.Image

Acara ini sendiri berasal dari sebuah subkultur di London, Inggris, pada era 1950-an hingga 1960-an. Unsur penting dari acara ini cenderung mengarah ke lifestyle atau meliputi fashion, musik pop, soul, ska, beat musik Inggris dan R&B serta kendaraan ikonik asal Italia, Vespa. Saat ini, gaya hidup Mod sangat mendunia, termasuk Indonesia. Dahulu tujuan adanya acara ini adalah untuk menghargai kaum pekerja dari berbagai lapisan masyarakat, karena setiap tahun penyelenggaraan acara Mods Mayday jatuh pada tanggal 1 Mei secara serentak di seluruh dunia.

IMG_1094

Vespa Jakarta Mods Mayday, berlangsung dari pukul 11.00 wib dengan mengawali konvoy bersama dari Patung Panahan kawasan Senayan menuju lokasi acara di Outdoor Maitrin Lounge & Bar, Jl. Kayu Putih Raya, Pulomas. Dan acara yang dimeriahkan oleh : Scooter Riding, Bazaar, Live Bands, Live DJ’s, Scooter Contest, Best Dress dan Video screening about Mods Mayday ini selesai digelar pada pukul 21.00 wib.